MODUL 2 KB 2 PENDEKATAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

 

 

MAKALAH

PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN  DI SD

 

 

MODUL 2 KB 2

PENDEKATAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

 

 

 

DI SUSUN OLEH :

                                                    WULAN TRIAHEVIANA            NIM. 856731975

                                                   

 

DOSEN MATA KULIAH : ZAIDAN JAUHARI, S.Pd, M.T

 

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNIVERSITAS TERBUKA

POKJAR SEKAYU

TAHUN 2020

 


 

KATA PENGANTAR

 

Assalammu’alaikum Wr. Wb.

 

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT.,yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah yang berjudulkan “Pendekatan dalam Pengembangan Kurikulum”. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD.Makalah ini berisikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan model pendekatan yang digunakan dalam proses pengembangan kurikulum.

Dengan adanya makalah ini semoga dapat bermanfaat bagi yang membacanya dan dapat menambah pengetahuan dalam melaksanakan pengembangan kurikulum di dunia pendidikan. Penulis mengharapkan kritik dan saran terhadap makalah yang disusun guna memperbaiki dalam penyusunan makalah yang akan mendatang.

 Wassalammu’alaikum Wr. Wb.

 

 

 

     Sekayu,    Oktober 2020

Penulis

 

 

 

Kelompok 4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


                                                                                                              


 

PEMBAHASAN

 PENDEKATAN PEGEMBANGAN KURIKULUM

Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang seseorang terhadap suatu proses tertentu. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Dengan demikian pendekatan pengembangan kurikulum menunjuk pada titik tolak atau sudut pandang secara umum tentang proses pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikulum mempunyai makna yang cukup luas. Menurut Sukmadinata (2000 : 1), pengembangan kurikulum bisa berarti penyusun kurikulum yang sama sekali baru (curriculum construction), bisa juga menyempurnakan kurikulum yang telah ada (curuculum improvement). Bisa juga kurikulum ialah perencanaan kesempatam-kesempatan belajar yang ditunjukkan untuk membawa siswa ke arah perubahan-perubahan yang diinginkan dan menilai perubahan-perubahan itu telah terjadi pada diri siswa.

Pendekatan lebih menekankan pada usaha dan penerapan langkah- langkah atau cara kerja dengan menerapkan suatu strategi dan beberapa metode yang tepat, yang dijalankan sesuai dengan langkah-langkah yang sistematik untuk memperoleh hasil kerja yang lebih baik.

Menurut Wina Sanjaya (2008:77), pendektan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang seseorang terhadap suatu proses tertentu. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya sesuatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Dengan demikian, pendekatan pengembangan kurikulum itu sendiri, berkenaan dengan pengembangan kurikulum yang sifatnya sama sekali baru (curriculum contruction) maupun berupa penyempurnaan atau perbaikan dari kurikulum yang telah atau sedang dilaksanakan saat ini (curriculum improvement).

Pendekatan pengembangan kurikulum, memiliki sudut pandang yng cukup beragam, namun apabila kita tarik garis merahnya dari beberapa pendapat tersebut paling tidak terdapat tiga sudut panjang pengenai pendekatan kurikulum ini,yaitu sebagai berikut :

 

A.      PENDEKATAN DARI SUDUT PANDANG KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Ada dua pendekatan yang dapat diterapkan dalam ppengembangan kurikulum dari sudut pandang kebijakan, yaitu :

1.    Pendekatan Administratif (administrative approach)

Pendekatan pengembangan kurikulum dengan menggunakan sistem komando dari atas ke bawah. Pendekatan ini disebut pendekatan top-down karena pengembangan kurikulum muncul atas inisiatif dan gagasan para pemegang kebijakan pendidikan atau administrratif.

2.    Pendekatan Akar Rumput (grassroots approach)

Pendekatan pengembangan kurikulum yang diawali dengan inisiatif dari bawah (guru dan sekolah) selanjutnya disebarluaskan pada tingkat yang lebih luas. Pendekatan ini sering disebut juga pendekatan pengembangankurikulum dari bawah ke atas (bottom-up) atau pendekatan akar rumput ( grassroots).

 

 

B.       PENDEKATAN DARI SUDUT PANDANG PENGORGANISASIAN ISI KURIKULUM

Ada tiga pendekatan yang dapat diterapkan dalam ppengembangan kurikulum dari sudut pandang pengorganisasian kurikulum, yaitu :

1.  Pendekatan yang berpusat pada mata pelajaran (subject)

Pendekatan ini bertitik tolak pada mata pelajaran sebagi suatu disiplin ilmu yang terpisah antara satu dengan lainnya.

2.  Pendekatan Interdisipliner

Pendekatan ini berawal dari masalah-masalah social yang ada dalam kehidupan nyata yang tidak mungkin ditinjau hanya dari satu segi/aspek saja.

3.  Pendekatan Terpadu (integrated)

Pendekatan ini bertitiktolak dari suatu keseluruhan atau suatu kesatuan yang bermakna dan berstruktur, dimana kurikulum disusun sedemikian rupa agar mampu mengembangkan pribadi yang utuh. Pendekatan pembelajaran tematik merupakan penerapan dari pendekatan ini.

 

Pendekatan  ini terdiri atas tiga jenis pendekatan, yaitu pendekatan structural, pendekatan fungsional, dan pendekatan daerah (interfiled)

1.      Pendekatan struktur bertitik suatu disiplin ilmu tertentu, misalnya Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) didalamnya terdiri atas sejarah, ekonomi, geografi, dan sosiologi; Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di dalamnya terdiri biologi, kimia, dan Fisika.

2.      Pendekatan Fungsional bertitik tolak dari suatu masalah tertentu yang terjadi dalam masyarakat atau lingkungan sekolah.

3.      Pendekatan Daerah bertitik tolak dari pemilihan suatu daerah tertentu sebagai subjek pelajaran.

 

C.  PENDEKATAN DARI SUDUT PANDANG ORIENTASI PENYUSUNAN  KURIKULUM

Pendekatan penggembangan kurikulum dalam sudut pandang ini pada umumnya dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :

1.      Pendekatan yang berorientasi pada tujuan

Penyusunan kurikulum didasarkan pada tujuan-tujuan ppendidikan yang telah dirumuskan secara jelas , mulai dari tujuan pendidikan nasional, tujuan satuan pendidikan(tujuan institusional), tujuan mata pelajaran (tujuan kurikuler), sampai dengan tujuan pembelajaran (tujuan instruksional).

 

   Keuntungan dari pendekatan ini adalah

a.       Dapat memberikan kejelasan bagi para penyusun kurikulum mengenai apa yang ingin dicapai.

b.      Memberikan arahan yang jelas dalam menetapkan materi/bahan pelajaran, strategi dan metode pembelajaran, serta proses penilaian terhadap hasil belajar yang dicapai.

Sedangkan kelemahannya adalah kesulitan dalam merumuskann tujuan.  

 

2.      Pendekatan yang berorientasi pada bahan ajar

Penyusunan kurikulum didasarkan atau sangat menitikberatkan pada bahan ajar/materi pelajaran yang akan diajarkan.

Keuntungan dari pendekatan ini adalah kebebasan dan keluwesan dalam memilih dan menentukan bahan ajar karena tidak terikat oleh tujuan-tujuan tertentu.

Sedangkan kelemahannya adalah bahan pelajaran kurang jelas arah dan tujuannya, serta ttidak jelas pula dasar pemilihan dalam menentukan metode apa yang akan dinilai.

 

3.      Pendekatan yang berorientasi pada kegiatan-kegiatan belajar-mengajar.

Pendidikan ini menitikberatkan pada cara siswa belajar, serta cara dan langkah-langkah yang perlu dilakukan agar siswa menguasai ketrampilan untuk mendapatkan pengetahuan.

 

Keuntungan dari penerapan pendekatan ini adalah sangat mementingkan kebutuhan siswa. 

Sedangkan kelemahannya adalah sulit mengatur ketercapaian hasil belajar yang diharapkan.

Komentar